Majelis Kehormatan Membuat Sejarah Menyelamatkan Kehormatan Mahkamah Konstitusi
Dari seberang negeri, terpisah bentangan lautan dan hamparan daratan, hati dan pikiran saya tetap untuk Indonesia. Besok Selasa, 7 November 2023, akan ada satu tonggak sejarah penting, ketika Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi membacakan putusan bersejarahnya.
Saya ditanya, kenapa terus melakukan langkah advokasi publik kepada Mahkamah Konstitusi. Jawabannya, karena saya peduli, saya cinta Mahkamah, saya cinta Indonesia. Kecintaan, tidak selalu ditunjukkan dengan puja-puji yang menyanjung, karena justru membuat tersandung. Kecintaan sesekali harus ditunjukkan dalam bentuk menggoyang kenyamanan, justru karena kita sayang kepada teman.
Di tengah tahun politik, tantangan dan godaan kepada Mahkamah, tentulah berat. Sebagai sahabat, saya ingin menjadi pengingat, bahwa Mahkamah adalah penjaga moralitas konstitusi. Karena itu, saya melakukan advokasi putusan sistem pemilu legislatif. Meskipun berhadapan dengan laporan pidana, juga etika.
Sedari awal, hampir 4 bulan sebelum putusan, pada 5 Juni 2023, saya juga sudah mengingatkan melalui akun social media, akan ada putusan Mahkamah yang berkait syarat umur capres-cawapres dan menjadi pintu masuk Gibran Jokowi menjadi kontestan dalam Pilpres 2024. Lalu, pada 27 Agustus 2023, saya secara resmi menyampaikan laporan pelanggaran kode etik Ketua Mahkamah Anwar Usman kepada MKMK, hampir dua bulan sebelum Putusan 90 dibacakan pada 16 Oktober 2023.
Jadi, prinsip putusan MK yang final and binding, tidak tepat diterapkan kepada aduan saya. Karena saya sudah mengingatkan potensi pelanggaran, jauh sebelum putusan dibacakan. Sayangnya tidak mendapat perhatian, dan sengaja dilakukan pembiaran. Lalu, ketika aduan saya menjadi kenyataan, bahwa Putusan 90 sarat benturan kepentingan politik keluarga Presiden Joko Widodo, maka saya berhak menagih: putusan dinyatakan tidak sah. Karena saya sudah memberikan early warning system, peringatan, jauh sebelum putusan dibacakan. Janganlah setelah putusan memang mengandung cacat moral konstitusional, lalu berlindung dibalik tameng final and binding, padahal sudah saya ingatkan jauh sebelum putusan diucapkan.
Kita tentu berharap banyak kepada MKMK untuk ke luar dari jebakan prosedural, hukum positivistik yang kaku. Lalu, menancapkan tonggak sejarah, menjadi penyelamat kehormatan dan kewibawaan Mahkamah Konstitusi. Kita tahu kapasitas dan integritas Majelis Kehormatan MK yang mulia. Keahliannya tidak diragukan lagi. Keilmuannya lebih dari cukup untuk membuat keputusan yang adil dan bersejarah. Majelis tentu juga sangat paham, bahwa kewenangan menguji konstitusionalitas undang-undang, adalah hasil ijtihad para hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat, dalam perkara Marbury Vs Madison. Suatu putusan bersejarah, landmark decision, yang mendobrak prinsip kedaulatan dan supremasi parlemen (sovereignty and supremacy of the Parliament). Karena itu, sejarah baru harus ditorehkan untuk menolak prinsip final and binding yang disalahgunakan oknum MK untuk melanggengkan kuasa dinasti keluarganya.
Di pundak moralitas dan Integritas Profesor Jimly Asshiddiqie, Profesor Bintan Saragih dan Yang Mulia Doktor Wahiddudin Adams harapan kita gantungkan. Harapan agar kehormatan hukum tidak lagi direndahkan dan dihinakan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, perlindungan, dan keteguhan dalam menyelamatkan Mahkamah Konstitusi, dan Negara Hukum Indonesia.
Melbourne, 6 November 2023
Denny Indrayana

2 Responses
Senang dapat membaca arumentasi hukum untuk tidak mendewakan atas term final & binding dengan alasan2 yang telah dikemukakan.
Final & binding akhirnya menjadi tameng yang kokoh bagi MK atas putusan2nya, walaupun pelanggaran hukum dan etika mengiringi putusannya. Tetima kasih bung Denny
Senang masih cukup banyak Ilmuwan yang berintegritas di negeri ini, Prof DI, terus berkarya mesti tantangan dan hambatan begitu berat. Argumentasi berdasarkan nilai kebenaran harus lebih diutamakan dari pada argumentasi hukum yang terjebak dalam prosedur yang sengaja dibangun untuk kepentingan sekelompok kecil orang yang jelas2 salah. Semangat sehat dan sukses selalu.