BANJARBARU: PEMILU TANPA MALU

BANJARBARU: PEMILU TANPA MALU

Ini kisah soal Banjarbaru
Ibu kota Kalsel yang baru
Digeser karena berniat untuk maju
Dari Banjarmasin yang padat-sekarat
Ke Banjarbaru yang diharap lebih terhormat-bermartabat

Sayangnya, niat tidak selalu sama dengan kenyataan
Banjarbaru menjadi contoh bagaimana hilangnya teladan
Banjarbaru adalah kisah pemilu tanpa pemilihan
Banjarbaru adalah cerita pemilu tanpa malu

Dimana demokrasi, daulat rakyat
Dimanipulasi menjadi duitokrasi, daulat uang
Ketika politik uang dan politik curang
Menjadi strategi utama demi menang

MK memutuskan Banjarbaru adalah pemilu tanpa pemilihan
Sebelum PSU, tidak ada suara sah, kecuali memilih nomor satu
KPU membuat aturan yang aneh bin Ajaib
Tanpa malu, tanpa ragu, rela menanggung aib
Ujungnya ganjaran pemecatan di DKPP adalah nasib

Banjarbaru adalah pemilu tanpa malu
Ketika KPU memilih menjadi benalu
PSU disiapkan sambil lalu
Sosialisasi dipandang sesuatu yang tak perlu

Banjarbaru adalah pemilu tanpa malu
Ketika Bawaslu justru menjadi benalu
Diam melihat uang disiram dari hilir ke hulu
Senyap ketika para ketua RT direkrut mengelu-elu nomor Satu

Banjarbaru adalah pemilu tanpa malu
Saat intimidasi dan kriminalisasi dipaksakan kepada pemantau
Permohon terdahulu, berkali-kali di panggil polisi supaya tidak lagi maju
Ketua, sekretaris dan istri, diancam berbagai pasal-pasal halu

Pemantau saat ini, tidak cukup dipanggil sana-sini pasca PSU
Bawaslu, KPU, Gakkumdu bahu-membahu berlari mengejar waktu
Bergerak cepat-kilat, berakrobat mencabut sertifikat
Deretan Pejabat berpangkat Kapolda, Pangdam, Kajati, Ketua DPRD, Kesbangpol, berkirim surat
Dengan kop resmi gubernur,
Memberi tenggat agar gugatan di MK diangkat

Menjelang sidang MK
Pemohon ditetapkan sebagai tersangka
Menambah indikasi, bahwa intimidasi dan kriminalisasi nyata ada
Menambah bukti, bahwa segala cara dilakukan untuk menjadi walikota

Namun, Bunda Syarifah Hayana Binti Said Muhammad Alaydrus
terus melawan
Menolak mundur teratur,
memilih kibarkan bendera perjuangan
Meski berat beban disandang,
pantang surut ketika kebenaran harus ditegakkan

Menahan isak bukan karena takut
Menahan tangis bukan karena bertekuk lutut
Bunda Syarifah hanya teringat sang anak yang cemberut
Terkejut melihat bundanya terus-menerus diusut

Padahal pasalnya tak jelas ujung pangkal
Diancam penjara enam tahun dengan pasal abnormal
“Dilarang melakukan kegiatan-kegiatan lainnya”
Pasal karet tak jelas apa maknanya
Hukum hanya menjadi drama teatrikal tanpa akal
Inilah kisah pentersangkaan abal-abal

Banjarbaru adalah pemilu tanpa malu
Penuh cerita mengharu-biru-pilu
Saat MK ditunggu mengetuk palu
Apakah lahir keadilan,
ataukah hadir lagi putusan palsu tak bermutu

Biar waktu berlalu yang menjadi penentu.

Jakarta, 21 Mei 2025
Di Hari Reformasi, Ketika Rakyat Menang Melawan Kedzaliman

2 Responses

  1. Urat malu sudah putus, karena sudah terlalu banyak duit yg digelontorkan,dan para pemuja palsu tetap meng elu-elukan sehingga lupa daratan. Para penjilat mengganggap pejuang demokrasi adalah tipuan, padahal mereka para penghamba uang saling berebutan utk mendapatkan duit dari Sang calon ..

  2. Tak bisa berkata kata lagi..jika calon itu dari Raja oligarki kalsel..bagaimanpun caranya semua bahu mmbahu untuk memenangkan..dg seratus cara dan seratus akal..semua tdk murni lagi pilihan hati..sang calonpun yg tak tahu malu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terbaru