LONDO IRENG DI REPUBLIK ANTIKRITIK
Bapak Presiden Prabowo, selamat Minggu pagi. Izinkan saya bersurat lagi. Seperti biasa: apa adanya saja.
Bapak Presiden Prabowo, selamat Minggu pagi. Izinkan saya bersurat lagi. Seperti biasa: apa adanya saja.
Bapak Presiden Prabowo, selamat Sabtu pagi. Hari berganti. Pidato berganti. Tetapi akar masalah Republik masih sama: Korupsi! Satu yang terbaru adalah korupsi Febrie.
Selamat pagi Bapak Presiden Prabowo. Semoga sehat selalu. Lama juga kita tidak berjumpa. Izinkan saya mengirimkan surat ini melalui ruang publik. Saya tidak kirim langsung secara pribadi, karena khawatir tidak akan sampai.
RUMAH PRIBADI JAMPIDSUS: KORUPSI SEJAK PIKIRAN. Denny Indrayana, Advokat Indonesia dan Australia. “Rumah Sentul, adalah rumah pribadi jampidus”, katanya.
Ketika saya bertanya respon Presiden Prabowo atas serangan air keras dan upaya pembunuhan Andrie Yunus, seorang sahabat, berkirim pesan suara, “Presiden marah, pakai banget. BAIS. Itu pasti dipenjara, diadili”.
Ini hari-hari amat berat bagi Presiden Prabowo Subianto. Harga minyak naik drastis. APBN dan fiskal menangis. Rakyat meringis. Politik masuk fase kritis. Masa-masa berjoged di Istana, diiringi lagu Tabola Bale, sudah lewat. Dunia sedang dibolak-balik. Logika sedang diutak-atik. Otak terus dipaksa berakrobatik.
Izinkan saya menuliskan teori baru. Mumpung bergelar profesor, bukan beli, apalagi palsu. Syahdan, kalau profesor, bisa bikin teori baru. Dalam ilmu hukum, salah satu metode interpretasi adalah a contrario. Artinya, pemaknaan secara berkebalikan. Masalahnya, melihat perkembangan logika akrobatik yang sekarang marak terjadi di Indonesia, pemaknaan a contrario saja tidak cukup. Maka, saya berinisiatif membuat teori baru, yaitu pemaknaan anti a contrario, interpretasi terbolak-balik, pemaknaan jungkir balik.
Perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 19 Februari 2026, bukanlah Perjanjian Dagang yang setara antara dua negara berdaulat. Tertulisnya memang perjanjian resiprokal, timbal balik, dua arah. Faktanya, ada 214 frasa “Indonesia shall…”, berbanding hanya 9 frasa “United States shall…”. Dari jumlah kewajiban yang tidak sebanding itu, mudah disimpulkan Indonesia adalah pihak yang ditaklukkan.
Indonesia sedang diuji lagi dengan krisis, semoga kita selamat dan mampu bertahan. Hari-hari ini Indonesia gelap menunjukkan bahwa ia nyata ada, dan tidak terbantahkan. Kegelapan dan kesumpekan, berdesakan mencari air oase keadilan, dan meledak dalam bentuk protes masa yang menjadi amuk.